Tanjung
– MAN Kelua. Perkemahan Jum’at, Sabtu Minggu (Perjusami) ke- 32 dengan tema
Maskot Buaya Kuning dilaksanakan 29 April s.d 01 Mei di Bumi Perkemahan MAN
Kelua.
Pembina
Pramuka Jianda Usman S.Pd mengatakan
maskot buaya kuning tersebut sengaja dibuat tahun 2016 untuk memberikan
penyegaran Perjusami. “Tahun – tahun sebelumnya kami tidak menggunakan maskot
sebagai lambang perjusami, namun tahun ini dibuat untuk inovasi,” katanya.
Lebih
lanjut Jianda juga menjelaskan maskot buaya kuning perjusami tersebut mempunyai
makna tersendiri dan harus diperkenalkan kepada dunia luar. “Selain itu dengan
maskot buaya kuning yang berdiri tegap dan memakai atribut pramuka menggambarkan
bahwa pramuka harus memberikan cerminan tentang pentingnya melestarikan satwa
dan lingkungan/ alam sekitar,” pungkasnya
Dewan
Kerja Ambalan (DKA) M. Syafi’e Rahman menambahkan dalam perjusami tersebut,
selain disemarakkan dengan maskot buaya kuning, perjusami juga dimeriahkan
dengan pionering. “Tahun ini ide kreatif masing- masing DKA direalisasikan,
selain maskot buaya kuning juga ada pionering dan mading kegiatan,” kata Fie.