Tanjung - MAN
Kelua. Agar tetap menjaga keefektifkan waktu saat shalat zuhur, siswi perempuan
yang berhalangan (haid) diajak ke perpustakaan (perpus), Kamis (08/09/16).
Menurut Wakamad
Kesiswaan, Eddy Rusmana S.Pd gagasan tersebut dibuat supaya siswi yang
berhalangan bisa tetap melakukan hal positif meskipun tidak sedang melaksanakan
shalat zuhur berjamaah. Kalau di perpus kegiatan siswi bisa membaca buku,
mengerjakan tugas serta tidak keluyuran saat yang lain tengah menjalankan
shalat zuhur berjamaah.
Eddy juga
menambahkan siswa yang berhalangan tersebut wajib mengisi absen. "Dari
absen ini dapat kita pantau nama- nama siswi yang berhalangan setiap
harinya," tambah Eddy.
Dijelaskannya
lagi, siswi yang berhalangan juga dijaga oleh guru piket dan petugas perpus.
"Karena banyaknya siswi yang berhalangan setiap harinya maka beberapa
guru/petugas perpus ikut andil menjaga dan menertibkan suasana,"ujarEddy.
Pembina siswa
berprestasi Drs. Abdul Kadir juga menyetujui gagasan tersebut. "Banyak hal
yang bisa siswi lakukan di perpus, karena semua llmu pengetahuan adanya
dibuku,"katanya.
Lebih lanjut Kadir
berujar siswi harus melaporkan kegiatannya selama di perpus. "Kalau perlu
setiap siswi yang digiring ke perpus harus menyetor apa saja yang telah
didapatnya selama berdiam diri di perpus," tambah guru Fikih tersebut.
Siswi kelas XI IIS
2, Saibah mengatakan selama diperpus banyak kegiatan yang bisa dilakukan
bersama teman- teman. "Apabila ada tugas kelompok kami bersama- sama
mengerjakan di perpus atau membaca buku cerita serta diskusi masalah
pelajaran,"pungkasnya. (Rep/Ft:Bahagia)
