Tanjung - MAN
Kelua. Tiga orang siswa perwakilan MAN Kelua mengembangkan bakatnya lewat
workshop penabuh alat tradisional yang diadakan Dinas Pemuda Olahraga
Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) pada 7 s.d 8 oktober di sanggar
Tanjung, Sabtu (08/10/10)
Menurut salah
seorang perwakilan MAN Kelua Iqbal Sad, dirinya dan kedua temannya sangat
senang mengikuti workshop tersebut. "Dengan workshop penabuh alat
tradisional, kami yang sejogyanya personil habsyi MAN Kelua bisa belajar serta
mengembangkan bakat kami dalam menabuh alat tradisional," katanya.
Iqbal juga
menambahkan workshop penabuh alat tradisional berbeda dengan tabuhan habsyi.
Awalnya mereka mengira hanya tabuhan gendang namun ternyata banyak sekali alat
tradisional yang ada disana. "Kami diajarkan diajarkan musik gamelan,
babun, panting, gong serta wayang," tambahnya.
Iqbal juga merasa
banyak pengalaman dan manfaat yang bisa diambil dari workshop tersebut.
"Kami berjumpa dengan teman- teman baru dan dilatih oleh 2 orang pelatih
yang sudah profesional," pungkasnya.
Salah seorang
panitia Disporabudpar, Kusnandar mengatakan tujuan diadakan workshop penabuh
alat tradisional agar budaya tradisional tidak hilang. "Sekarang sudah
banyak sekali alat musik yang masuk ke Indonesia apalagi daerah, hal itu lah
yang mendorong kita membuat workshop ini agar tetap eksis pada alat
tradisional," katanya.
Kusnandar berharap
siswa yang ikut bisa tetap membudidayakan alat tradisional tersebut.
"Semoga generasi penerus, terlebih di Kabupaten Tabalong bisa ikut
melestarikan budaya yang hampir punah ini," harapnya (Rep: Bahagia/ Ft:
Ihsan)
