Tanjung- MAN
Kelua. Dalam sepekan, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan Eddy Rusmana
S.Pd berhasil merapikan 310 rambut siswa di depan Perpustakaan MAN Kelua, Kamis
(27/10/16).
Eddy mengungkapkan
kegiatan merapikan rambut tersebut baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah
MAN Kelua. Biasanya siswa hanya di suruh untuk merapikan rambut sendiri. ''Kali
ini madrasah sudah menyiapkan alat cukur yang siap merapikan,'' ungkapnya.
Eddy mengatakan
jadwal merapikan rambut tersebut dalam sehari bisa 3-4 kelas. Dengan
menggunakan satu alat cukur saja, tidak menghalangi jalannya pencukuran rambut
siswa di 22 kelas dalam sepekan ini.
Siswa kelas X, XI
dan XII sangat antusias dalam pencukuran massal tersebut, awalnya siswa merasa
aneh dengan pencukuran massal model SKI 2. ''siswa akhirnya dengan sukarela
datang minta dirapikan sebelum jadwal pencukuran,'' ucap Eddy yang juga guru
Olahraga.
Selain itu, Eddy
juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Madrasah, Pembina OSIS, guru BK,
guru mata pelajaran dan semua pihak yang mendukung dalam menjalankan program
tersebut dengan memberikan izin siswa keluar kelas saat proses pencukuran
rambut berlangsung dan juga kepada siswa yang ikut andil.
''Semoga siswa
menjadi lebih fresh, dan tetap menjaga penampilan,'' harapnya.
Dilain tempat
salah seorang guru, Ruspiannor S.Pd.I berujar pencukuran rambut massal
merupakan kegiatan yang bernilai positif. Seluruh siswa yang model rambut
bermacam- macam, sekarang malah lebih rapi. ''Lebih bersih bahkan lebih ganteng
dari sebelumnya,'' ucapnya.
Ketua kelas X
Agama 2, M. Halbi mengatakan pencukuran massal tersebut bertujuan mendidik
untuk disiplin dan tampil rapi. kedepannya harus lebih intropeksi diri, jika
rambut mulai panjang maka sebaiknya dipotong. ''Sebagai bukti taat terhadap
tata tertib,'' katanya.
Halbi menambahkan,
kelas X Agama 2 menjadi kelas terakhir pencukuran massal, alat cukur yang
digunakan sudah mulai tumpul sehingga perlu beberapa jam dalam pencukuran,
diakhir pencukuran moment tersebut diabadikan dengan foto bersama sebagai
kenang-kenangan. ''Banyak pengalaman yang bisa diambil saat pencukuran
massal,'' tambahnya. (Rep/ Ft: Bahagia)
